Rabu, 27 Juni 2012

MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK


Museum Seni Rupa dan Keramik merupakan salah satu museum yamg menempati bangunan bersejarah kawasan kota tua Jakarta. Museum yang diresmikan pada tahun 1870 ini awalnya dipergunakan sebagai Lembaga Peradilan Tinggi Belanda atau Raad van Justitie, kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia dijadikan sebagai asrama militer.

Pada tahun 1968 s.d.1975 bangunan yang digunakan kantor Dinas dan Museum dan Sejarah DKI Jakarta, kemudian pada tanggal 20 August 1976 diresmikan sebagai Balai Seni Rupa oleh Presiden Suharto. Pada sayap kiri kana bagian depan digunakan sebagai Museum Keramik yang diresmikan oleh gubernur Ali Sadikin pada tanggal 7 Juni 1997. Kemudian pada tahun 1990 Balai Seni rupa dan Museum Keramik digabung menjadi Museum Seni rupa dan keramik.

Koleksi yang paling penting bagi perkembangan seni rupa Indonesia adalah lukisan lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan, Bupati Cianjur karya R. Saleh, Menyusui karya Dullah, Seko karya S. Sudjojono dan Potret Diri karya Affandi. Museum ini memiliki koleksi patung yang bercirikan klasik tradisional dari Bali, totem kayu yang magis dan simbolis karya IWayan Tjokot dan keluarga besarnya. Totem dan patung  kayu karya seniman modern a.I.G. Sidharta, Oesman effendi.

Sementara koleksi kramiknya ada sekitar 8000 koleksi yang terdiri dari keramik local dan keramik asing. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar